Selalu terlintas dan kebayang-bayang gimana kata itu berputar terus dan terus di otak gua, kebayag aja kan gimana sakitnya kalo kagak dihargain perjuangan lo apa lagi kalo kagak diliat ama sekali, wissss… sakitnya ntu ye legit-legit gimana gitu.
Bahahha, terkadang sih ngerasa aneh sendiri kalo pas lagi ngopi terus diem ngelamun, keliatan amat kan bego’nya…. Kayaknya emang sedikit ada yang salah sama sebuah prosesnya, apa gara-gara setelah gua suka ama orang berubahnya keliatan banget yak yang hanya mikir gimana jadi orang yang bisa dia suka balik ama gua, tanpa ngeluari bentuk aslinya, yang jadi orang bangsat-bangsat gimanaaa gitu. Udah berapa kali ya gua ngerasain hal kayak gini, yang pasti kagak banyak-banyak amat dah yang pasti jelasnya sama tuh kayak dua tahun yang lalu, dan gua pasti ngerti, ngerti banget malahan bakalan kyak’ mana ini endingnye…
Selalu berakhir seperti itu ketika gua suka bener-bener suka’ tuh ama orang, padahal ya… tulus iye, perhatian iye, nakal mah gua dikit, yang penting kan kagak nakalin cewek lain. Ya… emang takdirnya kali yak kagak bisa dapetin orang yang gua demenin, apa ya kayak biasa-biasanya ngemainin dulu baru bisa dapet tuh, padahal kan niatnya mau tobat… yaaah.. bakalan gagal lagi nih tobat gua…
Capek Pakek Bahasa biasa aja…bahahah
Salahnya apa sih…? Padahalkan aku yang mau nyesuain sama dia, tapi tetep aja kayak gini… apa iya si “non” gak ngebolehin aku mikirin orang lain. Tapi sumpahaku pengen belajar gimana caranya pergi, aku pengen belajar gimana caranya ngeliat orang lain, aku pengen belajar ngehargain orang lain, apa prosesnya lagi yang salah atau emang anganku yang terlalu tinggi. Waaaaaaah “muyaaaaaaak”
Capek sendiri jadinya, apa terus-terusan dituntut jadi orang bangsat kalo kayak gini terus… “tidak ada yang bilang jika akan sesakit ini”
Tolong katakana sesuatu aku bukan orang yang mempunyai indra ke enam dan agar tak banyak waktu kubuang denganmu jika tidak.
Kasihan hatiku yang selalu hanya bisa mendamba, tanpa balasan.
CatatanUsang299
hanya ingin menyimpan sejarah dan apa yang saya rasakan dalam hidup
Selasa, 20 Desember 2016
Sabtu, 08 Oktober 2016
INGAT...???
Dua tahun telah lewat dengan selalu sama seperti biasanya, tak ada lagi pembeda yang memberi bumbu kelezatan dihidup seperti dua tahun lalu, sekarang yang ada cuman kesadaran, kesadaran yang terlampau lama untuk bisa sampai kefikiran, yang mungkin saat ini seperti anak kecil yang kehilangan rumahnya, yang kemudian mencari kembali dan tak ketemu sampai selama ini aku harus pulang.
Untuk saat ini, boleh kah aku belajar bahasamu agar kau tak hanya diam saja disaat aku menyapamu, tak cukupkah caraku menegurmu, sampai disaat kupegang pundakmu, tapi kau hanya pura-pura tak tau apa yang terjadi kemudian kau pergi seperti takada apa-apa disitu, atauada yang salah dari caraku ini..? “katakana sesuatu”.
Aku pernah berkarya merajut kelengkapan jari jemari, bersenandung dengan tawa, resah, gundah, gelisah, dan keromantisan. Meskipun hanya berumur setengah semester tapi hampir saja berbuah seumur hidup dengan kemelut kelamnya malam itu. Sepanjang jalan dan perbatasan kota menjadi saksi hampir terenggutnya dan awalan dari kehancuran perjanjian yang sedari awal kita bangun dengan cacian orang-orang, melewati perjuangan yang menyisahkan kecewa yang teramat dalam hingga saling membiarkan yang perlahan menggerogoti dan kemudian kita berjalan dengan arah masing-masing, arah yang berlawanan, arah yang sampai kapanpun kurasa gak akan mempertemukan kembali sisa-sisa dinginnya malam. Meskipun pernah bertemu tapi dengan posisi yang berbeda saat ini. Iya.. sekarang kau berjuang dengan kebahagiaan masing-masing.
Ya… dua tahun lalu aku merasakan sangat hidup, hal yang sangat istimewa, sebelum yang katanya namanya tuhan memisahkan kita ke dua arah yang berbeda.
Hmmm.. terasa sepi, soalnya gak ada lagi orang yang ngirimin aku foto ngambeknya yang pakek gaya manyun,
Yang seketika mecahin konsentrasiku kalo pas lagi tegang-tegangnya rapat diorganisasi, sudah gak ada lagi yang ngasih aku nasehat lewat tulisan-tulisan di tempat yang bakal dilihat orang lain, dan gak ada lagi orang yang bisa ku ajak maen surat-suratan lagi, meskipun jaman udah secanggih ini.
Hahahahahhahaha…,…,.., lucu ya, hidup ternyata sesadis ini buat orang terbang terus dijatuhkan kembali melebihi kita berdiri diawal.
“kau gak tau sayang, dan gak bakalan ngerti. Yang kamu tau, aku selalu baik-baik saja tanpa kamu “NON”
Sabtu, 06 Agustus 2016
jika semua tentang waktu
Seperti dulukah yang kau lakukan sampai saat
ini. Masih,
sampai sekarang aku selalu ingin tau apa yang kau lakukan,
sama
seperti dulu saat masih “kita”.
Ketahuilah bahwa waktu tak berhenti berdetak
dan
sampai waktu yang merubah kita menjadi seperti disaat ini.
Tak satu
perasaanpun yang bisa kuat saat kau tinggalkan,
bukan ini “perpisahan” yang ingin
kita mulai dulu dan
bukan hanya sekejap waktu yang ingin ku habiskan waktu
bersama.
Lagi – lagi apa yang kumulai selalu kalah
dengan waktu yang
dapat merubah semuanya, rasa bosan, kejenuhan,
rasa merajai
karena kau sudah sama aku “dulu”,
tapi sayangnya rasa itu yang ngebuat aku
kalah dari semuanya.
Tak sedikit yang tau bahwa laki – laki tak mudah menangis sayang,
begitupun saat kamu pergi sampai sekarang. Tapi aku yakin,
kembalimu saat ini,
yang akan menguras habis air mataku.
Tak usah percaya dengan apa yang kau baca,
cukup kau buktikan
agar kamu tau apa yang bener – bener akan terjadi.
Selasa, 10 Mei 2016
OLAH TANGAN INDAHMU
*05-05-2015 diawali dengan hari
yang indah yang kemudian ditutup dengan penampakan bulan merah,
merah dengan khasnya. bulat,
sangat terang, merona, seakan
menampakkan indahnya hari itu.
*05-05-2016 hari dimana terdapat
guyuran hujan dengan derasnya, awalan hujan dibulan ini. deras,
sangat deras, menerjang jendela
kamar yang seakan
memperingatkan ada hal yang harus ku ingat,
sudah terlewat sekian hari untuk
mengingatnya, terlampau lama
untuk melakukan sesuatu,
hahaha.... selalu terlupakan, bahkan
setelah itu kembali seperti
semula sakitnya.
meskipun ada perjanjian sampai
dimana harimu, kurasa sudah sangat dilupakannya, begitu menyakitkan
diawal untuknya, tapi sampai
sekarangpun aku yang ngerasain
sakit.
baru terasa kehilangan setelah
semuanya pergi, dan merengek setelah dia tak akan lagi menoleh,
sungguh tragis.
apa yang harus dilakukan....?
apa yang harus dilakukan,...?
APA YANG HARUS AKU LAKUKAN....?
haaaaah... terasa semakin sendiri
aja, terpuruk sampai hampir
2tahun perginya kamu.
gilak 2 kali harimu aja aku gak
ingat, gilak banget.
cuma berharap tanpa tau apa-apa,
jadi bisa apa dengan semuanya.
ternyata jalan TUHAN, pas
untukmu, ngejaukan orang agar hatimu
tak lebih parah lagi sakitnya,
hebat...hebat...
hmmm....sekarang aku agak ngerti
jalan tuhan seperti apa,
aku terima non, aku terima, dan
sekarang aku mulai percaya,
kalo emang cinta itu gak
harus ngemilikin,
sudah gak bisa ngapa-ngapain
lagi, dan sudah gak ada yang harus dilakukan, aku percaya dengan
jalanmu non. tapi semoga dipenghujung bulan ini ada keajaibannya.
"bahagia dengan caramu
sendiri ya non" dan satu lagi
SELAMAT
DUA PULUH TAHUN non DIAN
Rabu, 10 Februari 2016
“non”
“non” penyesalanku disaat ini
bukan tentang kepergianmu, yang membuat aku menyesalinya, bukan itu. Karena akupun
tau dimasa sekarang, sesuatu yang datang maka lambat laun akan pergi juga, sama
dengan dirimu yang memilih jalan yang berbeda kali ini.
Tapi yang membuat aku
setengah mati, adalah pergimu yang meninggalkan kekosongan terhebat dari semua
masalah dihidupku, sebentar saja aku
renungi semuanya dan membuat aku tersentak akan hilangnya kamu disampingku,
meskipun terasa semuanya masih didalam hati, setengah mati aku mencoba
menyesalinya, hatiku sudah tak lagi terasa, dan bagaikan tak lagi denganku. Kau
tau rasanya “non” sama seperti rusukku yang tiba-tiba menusuk jantunggku
sendiri, sangat sakit untuk hal ini.
Dengan tersedu-sedu, semoga
tetesan air mata ini mampu menyirami hatimu yang sangat marah, dan membuatmu
tau semuanya, semoga ini bukan salam perpisahan panjangku untukmu, Karena
terlalu salah untuk jalan sebuah perpisahan, dan ini terlalu sebentar untuk
jalan kita bersama.
Mereka pikir aku sangat
bahagia bersamamu, tapi mereka tak tau kaulah yang membahagiakan aku pada waktu
itu, mana mungkin aku sampai seperti saat ini, jika aku tak merasa kehilangan
kebahagiaanku, dan mana mungkin ku putar berulang-ulang film yang mengisahkan “CORPSE” yang berjanji untuk selalu
berjuang dengan manusia, akhir yang bahagia, tapi ternyata tak seperti itu
dijalan kita. Sangat pahit rasanya bila melihatmu tersenyum saat ini, karena
bukan aku yang menjadi senyummu.
Salam “non” dan terimakasih
karena kau telah mengajarkan aku arti cinta yang tak pernah kupercaya sedari
dulu, dari pergimu aku merasa sangat kosong hingga tersadar jika aku pernah
punya hati. Meskipun sangat usang pada waktu itu, tapi kaulah pemberi warna yang
pertama kali, yang sampai saat ini ngebuat aku seperti orang paling nista didunia.
Berjalanlah “non”, bahagialah
dengan caramu sendiri.
Gadis pujaanku “BINGKAI
HITAM” I.Dian.P
Minggu, 24 Januari 2016
BINGKAI
HITAM
Begitu sakit memang ketika kita mengharapkan
seseorang, tapi kita belum tau siapa orang yang benar-bener diharapkan. Harapan
itu sebenarnya ada, tapi ketika kita menumpahkannya kepada orang yang salah,
dan harapan itu akan terlihat ketika harapan itu sangat kecewa dan pergi karena
kita telah lama tak sadar harapan ini untuk siapa.
Disaat semua telah kembali ketitik kesadaran,
bukannya harapan yang sebenarnya telah pergi jauh melangkah karena berbagai
alasan, bagaimana perasaanmu.?, hah bertambah sakit bukan ?, dan kemudia kita
mengharapkan semuanya kembali seperti kemarin, seperti disaat dia bersamamu
tapi kau kecewakan dia…!!! Hah.. (hal yang ku rasakan sekarang)
Hahaha..tapi tak semudah itu, buat dia yang mungkin tak
ingin melihatku lagi.
Apa yang ku rasakan.? menyesal, kecewa, sakit,
bahka kesakitan yang tak terlihat, tapi sangat-sangat terasa dengan jelas
bagaimana rasanya. yakin saja, hanya itu yang bisa ku rasakan, kesalahan
terbesar bukan.
Dan ketika kesadaran datang, aku hanya bisa membuatnya
berada paling depan dalam penglihatanku, tapi sayangnya dia sudah tak ingin
melihatku lagi.
Mencoba menghubungi dan membuka komunikasi,
mungkin hanya akan terbaca dan kemudia berakhir dengan BLOCK dari semua
sosmed-sosmednya.
Ketika semuanya telah sangat-sangat berubah, ku
sadar akan langkah yang pernah dilewati sama-sama, begitu jauh dan begitu dalam
dengan kenangan yang ada. Tidak ada lagi yang bisa ku ocehkan dengan nya, tidak
ada lagi diskusi tidak ada marah dengannya, tidak ada rayuan manis nya, tidak
ada tatapan bingkai hitamnya, tidak ada peluk hangatnya, tidak ada lagi tetesan
keluh kesahnya dan semuanya telah tiada, hal yang membuatmu kesal, tapi
sekarang membuatku menyesal, bahkan tetesan sesalku tidak dapat lagi membuatnya
kembali pada waktu itu.
Yang terlihat sekarang hanya foto kenangan
dengan bingkai hitamnya, gelang yang pernah ku berikan padanya, coretan manis
dibuku kuliahku, dan coretan indah sekaligus harapannya pada kaca jendela
kamarku dulu. Yang selalu membuat sesal sekaligus membuat harapan semoga waktu
itu kembali lagi…(haha sayang sekali cuman fatamorgana).
Baru tersadar untuk siapa lagu-lagu yang
kudengarkan dari dulu, dan untuk siapa seharusnya coretan-coretan ku
persembahkan. bukannya aku pernah bangga dapat Dia, dan seperti apa aku
kenalkan dia dengan kakakku. Bukannya sudah pernah aku menggenggam tangannya
dan meminta agar dia tak pergi bahkan bukannya sambil kuteteskan rasa ketakutan
ini, sampai kau lihat aku memohon.?. dan bukannya sudah ku rasakan ketika orang
Tuamu tidak suka denganku dan aku memintamu untuk tetap dan kita berjuang
bareng..?
Sudah kurasakan sebenarnya kesakitannnya
seperti apa, cuman ahhhhh,..FVCKlah…
Ingat sebuah perjanjian dulu, sebelum kita
jalan yang entah kemana tujuannya, bangga dan bahagia,…
“saya dimas galuh berjanji : akan ngejaga dan
gak nyakitin dian”
Betapa bangsat kan jika semuanya terasakan
seperti apa, dan berakhir dengan seperti apa..?
Dengan bodoh dan gemetarnya badanku sekarang,
cuman bisa menulis ini, tanpa berani menghampiri ketika aku ngeliat dia lewat.
Pengen rasanya nuangin semuanya tanpa ada satu
yang terlewatkan, pengen rasanya aku kenalan kembali dengannya, pengen rasanya
dia ngerti sekarang dan seperti awal kita ketemu dan pengen rasanya aku
berjuang lagi dengannya.
“seseorang yang telah pergi kemudian datang
lagi, rasanya akan berbeda, tidak akan senyaman dulu”
Itu yang pernah terucap darimu bukan,? Tapi
tidak semudah itu ketika kesadaranku datang…
“izinkan aku kembali”
Berucaplah padaku, tak ingin lagi aku nyari
hal-hal yang semuanya hanya cermin.
Aku akuin itu kesalahanku, kecerobohan yang
semudah itu ngeiyain kamu buat pergi.
Segampang itu ya begokku keluar, bahkan aku gak
sempat ngeliat apa yang pernah kutakutin pada saat itu.
Kalo boleh minta, “yang aku mau, kenangan yang
ada tolong kembali”
Dan jika boleh aku milih dengan siapa aku
hidup, “yang ku mau, akan ku bawa masa lalu untuk masa depanku”
Tolong balik ya non, ternyata sakit jika harus
mulai semuanya dengan orang-orang baru, cukup bangga aku pernah sama kamu,
cukup senang aku pernah kau terima masuk kedalam hidupmu, dan cukup denganu aku
pengen mulai semuanya lagi.
Tolong berulanglah..tolong… dan tolong bikin
aku selalu sadar, kalo buat siapa yang seharusnya coretan-coretanku ini.
Mau ya berjuang bareng aku lagi, aku sadar
sekarang sakitnya seperti apa. Cukup sekali lagi kau kasih aku kesempatan,
tolooong non DIAN.
Kamis, 27 Agustus 2015
mencoba tegar ?.
bukannya sudah kesekian kalinya.!!!
mau berpura" seperti apa lagi ?,
sudahlah, sudah selesai semuanya, "yang dilihat orang itu dr luarnya dulu, baru kedalam" klo ada yg bilang kebalik brrti dia "munafik"
belum capek ngejar apa?,belum capek ngarep apa?, belum capek nyesek lu ?.
sebegok ini ternyata ye...
lu cuman ngeliat dia senyum, yg bahkan senyumannya bukan buat lo.
nyimpen fotonya, hahaha.. kasian amat sih.
sudah selesain aja semuanya, lo kalah, lo gak bakalan bisa dapatin hatinya, lo gak bakalan bisa sama dia.
apa lagi, masih inget kata" manisnya.?,
udah biarin aja, lo cuman kehilangan dia, tpi nyesek juga sih, sama orang yg lo harap.
kagak liat lo, disosmednya, ada ucapa dr gebetannya, dr atas udara lagi, nah lu bisa apa...?. kagak ada kan.?
ya nyata dia milih orang itu. biarpun dia udah ngucapin komitmen , kangen, mau bareng lo nantinya, mau hidup ama lo, mau nerima lo, dan ah tailah... tetep aja bakal lupa ama kata" itu, orang dapatnya dia bisa terbang,
terima semuanya, terima juga klo lo "loser". lo itu cuman orang bawah tanah, kagak ada yg mau ngeliat.
lupain semuanya, lupain, dan lupain..
banyak yg nanyak kn, kemana lo selama ini..?,
kembalilah, balikin kayak dulu lagi,
klo lo kagak mau sakit lagi, jangan pernah ngarep ama siapapun, dan jangan percaya sama siapapun. itu tai. kembali, dan bilang dalam hati lo, kalo lo udah kembali....
"karena si "KALONG UDAH MATI"
atau mau sok begok dengan pura" biasa saja ?.
dia udah punya orang kali. dia ngejar yang dia suka. dia ngejar yg lebih perfect.
udah brapa hari sakitnya?, hari, minggu kali. eh bulan ye? ,atau pakek tahun sakit lo.? iya. itu yang bener.
selama ini, dia ada ngeliat lo ?, ngeliat. ngelirik aja kagak.
dan lo "loser".
yaelah, kemaren itu cuma formalitas doang ama lu, sinetron.
kmana lo yg dulu cuek ama betina.?, kemana lo yg gila dulu..?
x
Langganan:
Postingan (Atom)
Selasa, 20 Desember 2016
WHY..???
Selalu terlintas dan kebayang-bayang gimana kata itu berputar terus dan terus di otak gua, kebayag aja kan gimana sakitnya kalo kagak dihargain perjuangan lo apa lagi kalo kagak diliat ama sekali, wissss… sakitnya ntu ye legit-legit gimana gitu.
Bahahha, terkadang sih ngerasa aneh sendiri kalo pas lagi ngopi terus diem ngelamun, keliatan amat kan bego’nya…. Kayaknya emang sedikit ada yang salah sama sebuah prosesnya, apa gara-gara setelah gua suka ama orang berubahnya keliatan banget yak yang hanya mikir gimana jadi orang yang bisa dia suka balik ama gua, tanpa ngeluari bentuk aslinya, yang jadi orang bangsat-bangsat gimanaaa gitu. Udah berapa kali ya gua ngerasain hal kayak gini, yang pasti kagak banyak-banyak amat dah yang pasti jelasnya sama tuh kayak dua tahun yang lalu, dan gua pasti ngerti, ngerti banget malahan bakalan kyak’ mana ini endingnye…
Selalu berakhir seperti itu ketika gua suka bener-bener suka’ tuh ama orang, padahal ya… tulus iye, perhatian iye, nakal mah gua dikit, yang penting kan kagak nakalin cewek lain. Ya… emang takdirnya kali yak kagak bisa dapetin orang yang gua demenin, apa ya kayak biasa-biasanya ngemainin dulu baru bisa dapet tuh, padahal kan niatnya mau tobat… yaaah.. bakalan gagal lagi nih tobat gua…
Capek Pakek Bahasa biasa aja…bahahah
Salahnya apa sih…? Padahalkan aku yang mau nyesuain sama dia, tapi tetep aja kayak gini… apa iya si “non” gak ngebolehin aku mikirin orang lain. Tapi sumpahaku pengen belajar gimana caranya pergi, aku pengen belajar gimana caranya ngeliat orang lain, aku pengen belajar ngehargain orang lain, apa prosesnya lagi yang salah atau emang anganku yang terlalu tinggi. Waaaaaaah “muyaaaaaaak”
Capek sendiri jadinya, apa terus-terusan dituntut jadi orang bangsat kalo kayak gini terus… “tidak ada yang bilang jika akan sesakit ini”
Tolong katakana sesuatu aku bukan orang yang mempunyai indra ke enam dan agar tak banyak waktu kubuang denganmu jika tidak.
Kasihan hatiku yang selalu hanya bisa mendamba, tanpa balasan.
Bahahha, terkadang sih ngerasa aneh sendiri kalo pas lagi ngopi terus diem ngelamun, keliatan amat kan bego’nya…. Kayaknya emang sedikit ada yang salah sama sebuah prosesnya, apa gara-gara setelah gua suka ama orang berubahnya keliatan banget yak yang hanya mikir gimana jadi orang yang bisa dia suka balik ama gua, tanpa ngeluari bentuk aslinya, yang jadi orang bangsat-bangsat gimanaaa gitu. Udah berapa kali ya gua ngerasain hal kayak gini, yang pasti kagak banyak-banyak amat dah yang pasti jelasnya sama tuh kayak dua tahun yang lalu, dan gua pasti ngerti, ngerti banget malahan bakalan kyak’ mana ini endingnye…
Selalu berakhir seperti itu ketika gua suka bener-bener suka’ tuh ama orang, padahal ya… tulus iye, perhatian iye, nakal mah gua dikit, yang penting kan kagak nakalin cewek lain. Ya… emang takdirnya kali yak kagak bisa dapetin orang yang gua demenin, apa ya kayak biasa-biasanya ngemainin dulu baru bisa dapet tuh, padahal kan niatnya mau tobat… yaaah.. bakalan gagal lagi nih tobat gua…
Capek Pakek Bahasa biasa aja…bahahah
Salahnya apa sih…? Padahalkan aku yang mau nyesuain sama dia, tapi tetep aja kayak gini… apa iya si “non” gak ngebolehin aku mikirin orang lain. Tapi sumpahaku pengen belajar gimana caranya pergi, aku pengen belajar gimana caranya ngeliat orang lain, aku pengen belajar ngehargain orang lain, apa prosesnya lagi yang salah atau emang anganku yang terlalu tinggi. Waaaaaaah “muyaaaaaaak”
Capek sendiri jadinya, apa terus-terusan dituntut jadi orang bangsat kalo kayak gini terus… “tidak ada yang bilang jika akan sesakit ini”
Tolong katakana sesuatu aku bukan orang yang mempunyai indra ke enam dan agar tak banyak waktu kubuang denganmu jika tidak.
Kasihan hatiku yang selalu hanya bisa mendamba, tanpa balasan.
Sabtu, 08 Oktober 2016
INGAT...???
Dua tahun telah lewat dengan selalu sama seperti biasanya, tak ada lagi pembeda yang memberi bumbu kelezatan dihidup seperti dua tahun lalu, sekarang yang ada cuman kesadaran, kesadaran yang terlampau lama untuk bisa sampai kefikiran, yang mungkin saat ini seperti anak kecil yang kehilangan rumahnya, yang kemudian mencari kembali dan tak ketemu sampai selama ini aku harus pulang.
Untuk saat ini, boleh kah aku belajar bahasamu agar kau tak hanya diam saja disaat aku menyapamu, tak cukupkah caraku menegurmu, sampai disaat kupegang pundakmu, tapi kau hanya pura-pura tak tau apa yang terjadi kemudian kau pergi seperti takada apa-apa disitu, atauada yang salah dari caraku ini..? “katakana sesuatu”.
Aku pernah berkarya merajut kelengkapan jari jemari, bersenandung dengan tawa, resah, gundah, gelisah, dan keromantisan. Meskipun hanya berumur setengah semester tapi hampir saja berbuah seumur hidup dengan kemelut kelamnya malam itu. Sepanjang jalan dan perbatasan kota menjadi saksi hampir terenggutnya dan awalan dari kehancuran perjanjian yang sedari awal kita bangun dengan cacian orang-orang, melewati perjuangan yang menyisahkan kecewa yang teramat dalam hingga saling membiarkan yang perlahan menggerogoti dan kemudian kita berjalan dengan arah masing-masing, arah yang berlawanan, arah yang sampai kapanpun kurasa gak akan mempertemukan kembali sisa-sisa dinginnya malam. Meskipun pernah bertemu tapi dengan posisi yang berbeda saat ini. Iya.. sekarang kau berjuang dengan kebahagiaan masing-masing.
Ya… dua tahun lalu aku merasakan sangat hidup, hal yang sangat istimewa, sebelum yang katanya namanya tuhan memisahkan kita ke dua arah yang berbeda.
Hmmm.. terasa sepi, soalnya gak ada lagi orang yang ngirimin aku foto ngambeknya yang pakek gaya manyun,
Yang seketika mecahin konsentrasiku kalo pas lagi tegang-tegangnya rapat diorganisasi, sudah gak ada lagi yang ngasih aku nasehat lewat tulisan-tulisan di tempat yang bakal dilihat orang lain, dan gak ada lagi orang yang bisa ku ajak maen surat-suratan lagi, meskipun jaman udah secanggih ini.
Hahahahahhahaha…,…,.., lucu ya, hidup ternyata sesadis ini buat orang terbang terus dijatuhkan kembali melebihi kita berdiri diawal.
“kau gak tau sayang, dan gak bakalan ngerti. Yang kamu tau, aku selalu baik-baik saja tanpa kamu “NON”
Sabtu, 06 Agustus 2016
jika semua tentang waktu
Seperti dulukah yang kau lakukan sampai saat
ini. Masih,
sampai sekarang aku selalu ingin tau apa yang kau lakukan,
sama
seperti dulu saat masih “kita”.
Ketahuilah bahwa waktu tak berhenti berdetak
dan
sampai waktu yang merubah kita menjadi seperti disaat ini.
Tak satu
perasaanpun yang bisa kuat saat kau tinggalkan,
bukan ini “perpisahan” yang ingin
kita mulai dulu dan
bukan hanya sekejap waktu yang ingin ku habiskan waktu
bersama.
Lagi – lagi apa yang kumulai selalu kalah
dengan waktu yang
dapat merubah semuanya, rasa bosan, kejenuhan,
rasa merajai
karena kau sudah sama aku “dulu”,
tapi sayangnya rasa itu yang ngebuat aku
kalah dari semuanya.
Tak sedikit yang tau bahwa laki – laki tak mudah menangis sayang,
begitupun saat kamu pergi sampai sekarang. Tapi aku yakin,
kembalimu saat ini,
yang akan menguras habis air mataku.
Tak usah percaya dengan apa yang kau baca,
cukup kau buktikan
agar kamu tau apa yang bener – bener akan terjadi.
Selasa, 10 Mei 2016
OLAH TANGAN INDAHMU
*05-05-2015 diawali dengan hari
yang indah yang kemudian ditutup dengan penampakan bulan merah,
merah dengan khasnya. bulat,
sangat terang, merona, seakan
menampakkan indahnya hari itu.
*05-05-2016 hari dimana terdapat
guyuran hujan dengan derasnya, awalan hujan dibulan ini. deras,
sangat deras, menerjang jendela
kamar yang seakan
memperingatkan ada hal yang harus ku ingat,
sudah terlewat sekian hari untuk
mengingatnya, terlampau lama
untuk melakukan sesuatu,
hahaha.... selalu terlupakan, bahkan
setelah itu kembali seperti
semula sakitnya.
meskipun ada perjanjian sampai
dimana harimu, kurasa sudah sangat dilupakannya, begitu menyakitkan
diawal untuknya, tapi sampai
sekarangpun aku yang ngerasain
sakit.
baru terasa kehilangan setelah
semuanya pergi, dan merengek setelah dia tak akan lagi menoleh,
sungguh tragis.
apa yang harus dilakukan....?
apa yang harus dilakukan,...?
APA YANG HARUS AKU LAKUKAN....?
haaaaah... terasa semakin sendiri
aja, terpuruk sampai hampir
2tahun perginya kamu.
gilak 2 kali harimu aja aku gak
ingat, gilak banget.
cuma berharap tanpa tau apa-apa,
jadi bisa apa dengan semuanya.
ternyata jalan TUHAN, pas
untukmu, ngejaukan orang agar hatimu
tak lebih parah lagi sakitnya,
hebat...hebat...
hmmm....sekarang aku agak ngerti
jalan tuhan seperti apa,
aku terima non, aku terima, dan
sekarang aku mulai percaya,
kalo emang cinta itu gak
harus ngemilikin,
sudah gak bisa ngapa-ngapain
lagi, dan sudah gak ada yang harus dilakukan, aku percaya dengan
jalanmu non. tapi semoga dipenghujung bulan ini ada keajaibannya.
"bahagia dengan caramu
sendiri ya non" dan satu lagi
SELAMAT
DUA PULUH TAHUN non DIAN
Rabu, 10 Februari 2016
“non”
“non” penyesalanku disaat ini
bukan tentang kepergianmu, yang membuat aku menyesalinya, bukan itu. Karena akupun
tau dimasa sekarang, sesuatu yang datang maka lambat laun akan pergi juga, sama
dengan dirimu yang memilih jalan yang berbeda kali ini.
Tapi yang membuat aku
setengah mati, adalah pergimu yang meninggalkan kekosongan terhebat dari semua
masalah dihidupku, sebentar saja aku
renungi semuanya dan membuat aku tersentak akan hilangnya kamu disampingku,
meskipun terasa semuanya masih didalam hati, setengah mati aku mencoba
menyesalinya, hatiku sudah tak lagi terasa, dan bagaikan tak lagi denganku. Kau
tau rasanya “non” sama seperti rusukku yang tiba-tiba menusuk jantunggku
sendiri, sangat sakit untuk hal ini.
Dengan tersedu-sedu, semoga
tetesan air mata ini mampu menyirami hatimu yang sangat marah, dan membuatmu
tau semuanya, semoga ini bukan salam perpisahan panjangku untukmu, Karena
terlalu salah untuk jalan sebuah perpisahan, dan ini terlalu sebentar untuk
jalan kita bersama.
Mereka pikir aku sangat
bahagia bersamamu, tapi mereka tak tau kaulah yang membahagiakan aku pada waktu
itu, mana mungkin aku sampai seperti saat ini, jika aku tak merasa kehilangan
kebahagiaanku, dan mana mungkin ku putar berulang-ulang film yang mengisahkan “CORPSE” yang berjanji untuk selalu
berjuang dengan manusia, akhir yang bahagia, tapi ternyata tak seperti itu
dijalan kita. Sangat pahit rasanya bila melihatmu tersenyum saat ini, karena
bukan aku yang menjadi senyummu.
Salam “non” dan terimakasih
karena kau telah mengajarkan aku arti cinta yang tak pernah kupercaya sedari
dulu, dari pergimu aku merasa sangat kosong hingga tersadar jika aku pernah
punya hati. Meskipun sangat usang pada waktu itu, tapi kaulah pemberi warna yang
pertama kali, yang sampai saat ini ngebuat aku seperti orang paling nista didunia.
Berjalanlah “non”, bahagialah
dengan caramu sendiri.
Gadis pujaanku “BINGKAI
HITAM” I.Dian.P
Minggu, 24 Januari 2016
BINGKAI
HITAM
Begitu sakit memang ketika kita mengharapkan
seseorang, tapi kita belum tau siapa orang yang benar-bener diharapkan. Harapan
itu sebenarnya ada, tapi ketika kita menumpahkannya kepada orang yang salah,
dan harapan itu akan terlihat ketika harapan itu sangat kecewa dan pergi karena
kita telah lama tak sadar harapan ini untuk siapa.
Disaat semua telah kembali ketitik kesadaran,
bukannya harapan yang sebenarnya telah pergi jauh melangkah karena berbagai
alasan, bagaimana perasaanmu.?, hah bertambah sakit bukan ?, dan kemudia kita
mengharapkan semuanya kembali seperti kemarin, seperti disaat dia bersamamu
tapi kau kecewakan dia…!!! Hah.. (hal yang ku rasakan sekarang)
Hahaha..tapi tak semudah itu, buat dia yang mungkin tak
ingin melihatku lagi.
Apa yang ku rasakan.? menyesal, kecewa, sakit,
bahka kesakitan yang tak terlihat, tapi sangat-sangat terasa dengan jelas
bagaimana rasanya. yakin saja, hanya itu yang bisa ku rasakan, kesalahan
terbesar bukan.
Dan ketika kesadaran datang, aku hanya bisa membuatnya
berada paling depan dalam penglihatanku, tapi sayangnya dia sudah tak ingin
melihatku lagi.
Mencoba menghubungi dan membuka komunikasi,
mungkin hanya akan terbaca dan kemudia berakhir dengan BLOCK dari semua
sosmed-sosmednya.
Ketika semuanya telah sangat-sangat berubah, ku
sadar akan langkah yang pernah dilewati sama-sama, begitu jauh dan begitu dalam
dengan kenangan yang ada. Tidak ada lagi yang bisa ku ocehkan dengan nya, tidak
ada lagi diskusi tidak ada marah dengannya, tidak ada rayuan manis nya, tidak
ada tatapan bingkai hitamnya, tidak ada peluk hangatnya, tidak ada lagi tetesan
keluh kesahnya dan semuanya telah tiada, hal yang membuatmu kesal, tapi
sekarang membuatku menyesal, bahkan tetesan sesalku tidak dapat lagi membuatnya
kembali pada waktu itu.
Yang terlihat sekarang hanya foto kenangan
dengan bingkai hitamnya, gelang yang pernah ku berikan padanya, coretan manis
dibuku kuliahku, dan coretan indah sekaligus harapannya pada kaca jendela
kamarku dulu. Yang selalu membuat sesal sekaligus membuat harapan semoga waktu
itu kembali lagi…(haha sayang sekali cuman fatamorgana).
Baru tersadar untuk siapa lagu-lagu yang
kudengarkan dari dulu, dan untuk siapa seharusnya coretan-coretan ku
persembahkan. bukannya aku pernah bangga dapat Dia, dan seperti apa aku
kenalkan dia dengan kakakku. Bukannya sudah pernah aku menggenggam tangannya
dan meminta agar dia tak pergi bahkan bukannya sambil kuteteskan rasa ketakutan
ini, sampai kau lihat aku memohon.?. dan bukannya sudah ku rasakan ketika orang
Tuamu tidak suka denganku dan aku memintamu untuk tetap dan kita berjuang
bareng..?
Sudah kurasakan sebenarnya kesakitannnya
seperti apa, cuman ahhhhh,..FVCKlah…
Ingat sebuah perjanjian dulu, sebelum kita
jalan yang entah kemana tujuannya, bangga dan bahagia,…
“saya dimas galuh berjanji : akan ngejaga dan
gak nyakitin dian”
Betapa bangsat kan jika semuanya terasakan
seperti apa, dan berakhir dengan seperti apa..?
Dengan bodoh dan gemetarnya badanku sekarang,
cuman bisa menulis ini, tanpa berani menghampiri ketika aku ngeliat dia lewat.
Pengen rasanya nuangin semuanya tanpa ada satu
yang terlewatkan, pengen rasanya aku kenalan kembali dengannya, pengen rasanya
dia ngerti sekarang dan seperti awal kita ketemu dan pengen rasanya aku
berjuang lagi dengannya.
“seseorang yang telah pergi kemudian datang
lagi, rasanya akan berbeda, tidak akan senyaman dulu”
Itu yang pernah terucap darimu bukan,? Tapi
tidak semudah itu ketika kesadaranku datang…
“izinkan aku kembali”
Berucaplah padaku, tak ingin lagi aku nyari
hal-hal yang semuanya hanya cermin.
Aku akuin itu kesalahanku, kecerobohan yang
semudah itu ngeiyain kamu buat pergi.
Segampang itu ya begokku keluar, bahkan aku gak
sempat ngeliat apa yang pernah kutakutin pada saat itu.
Kalo boleh minta, “yang aku mau, kenangan yang
ada tolong kembali”
Dan jika boleh aku milih dengan siapa aku
hidup, “yang ku mau, akan ku bawa masa lalu untuk masa depanku”
Tolong balik ya non, ternyata sakit jika harus
mulai semuanya dengan orang-orang baru, cukup bangga aku pernah sama kamu,
cukup senang aku pernah kau terima masuk kedalam hidupmu, dan cukup denganu aku
pengen mulai semuanya lagi.
Tolong berulanglah..tolong… dan tolong bikin
aku selalu sadar, kalo buat siapa yang seharusnya coretan-coretanku ini.
Mau ya berjuang bareng aku lagi, aku sadar
sekarang sakitnya seperti apa. Cukup sekali lagi kau kasih aku kesempatan,
tolooong non DIAN.
Kamis, 27 Agustus 2015
mencoba tegar ?.
bukannya sudah kesekian kalinya.!!!
mau berpura" seperti apa lagi ?,
sudahlah, sudah selesai semuanya, "yang dilihat orang itu dr luarnya dulu, baru kedalam" klo ada yg bilang kebalik brrti dia "munafik"
belum capek ngejar apa?,belum capek ngarep apa?, belum capek nyesek lu ?.
sebegok ini ternyata ye...
lu cuman ngeliat dia senyum, yg bahkan senyumannya bukan buat lo.
nyimpen fotonya, hahaha.. kasian amat sih.
sudah selesain aja semuanya, lo kalah, lo gak bakalan bisa dapatin hatinya, lo gak bakalan bisa sama dia.
apa lagi, masih inget kata" manisnya.?,
udah biarin aja, lo cuman kehilangan dia, tpi nyesek juga sih, sama orang yg lo harap.
kagak liat lo, disosmednya, ada ucapa dr gebetannya, dr atas udara lagi, nah lu bisa apa...?. kagak ada kan.?
ya nyata dia milih orang itu. biarpun dia udah ngucapin komitmen , kangen, mau bareng lo nantinya, mau hidup ama lo, mau nerima lo, dan ah tailah... tetep aja bakal lupa ama kata" itu, orang dapatnya dia bisa terbang,
terima semuanya, terima juga klo lo "loser". lo itu cuman orang bawah tanah, kagak ada yg mau ngeliat.
lupain semuanya, lupain, dan lupain..
banyak yg nanyak kn, kemana lo selama ini..?,
kembalilah, balikin kayak dulu lagi,
klo lo kagak mau sakit lagi, jangan pernah ngarep ama siapapun, dan jangan percaya sama siapapun. itu tai. kembali, dan bilang dalam hati lo, kalo lo udah kembali....
"karena si "KALONG UDAH MATI"
atau mau sok begok dengan pura" biasa saja ?.
dia udah punya orang kali. dia ngejar yang dia suka. dia ngejar yg lebih perfect.
udah brapa hari sakitnya?, hari, minggu kali. eh bulan ye? ,atau pakek tahun sakit lo.? iya. itu yang bener.
selama ini, dia ada ngeliat lo ?, ngeliat. ngelirik aja kagak.
dan lo "loser".
yaelah, kemaren itu cuma formalitas doang ama lu, sinetron.
kmana lo yg dulu cuek ama betina.?, kemana lo yg gila dulu..?
x
Langganan:
Postingan (Atom)
