“non”
“non” penyesalanku disaat ini
bukan tentang kepergianmu, yang membuat aku menyesalinya, bukan itu. Karena akupun
tau dimasa sekarang, sesuatu yang datang maka lambat laun akan pergi juga, sama
dengan dirimu yang memilih jalan yang berbeda kali ini.
Tapi yang membuat aku
setengah mati, adalah pergimu yang meninggalkan kekosongan terhebat dari semua
masalah dihidupku, sebentar saja aku
renungi semuanya dan membuat aku tersentak akan hilangnya kamu disampingku,
meskipun terasa semuanya masih didalam hati, setengah mati aku mencoba
menyesalinya, hatiku sudah tak lagi terasa, dan bagaikan tak lagi denganku. Kau
tau rasanya “non” sama seperti rusukku yang tiba-tiba menusuk jantunggku
sendiri, sangat sakit untuk hal ini.
Dengan tersedu-sedu, semoga
tetesan air mata ini mampu menyirami hatimu yang sangat marah, dan membuatmu
tau semuanya, semoga ini bukan salam perpisahan panjangku untukmu, Karena
terlalu salah untuk jalan sebuah perpisahan, dan ini terlalu sebentar untuk
jalan kita bersama.
Mereka pikir aku sangat
bahagia bersamamu, tapi mereka tak tau kaulah yang membahagiakan aku pada waktu
itu, mana mungkin aku sampai seperti saat ini, jika aku tak merasa kehilangan
kebahagiaanku, dan mana mungkin ku putar berulang-ulang film yang mengisahkan “CORPSE” yang berjanji untuk selalu
berjuang dengan manusia, akhir yang bahagia, tapi ternyata tak seperti itu
dijalan kita. Sangat pahit rasanya bila melihatmu tersenyum saat ini, karena
bukan aku yang menjadi senyummu.
Salam “non” dan terimakasih
karena kau telah mengajarkan aku arti cinta yang tak pernah kupercaya sedari
dulu, dari pergimu aku merasa sangat kosong hingga tersadar jika aku pernah
punya hati. Meskipun sangat usang pada waktu itu, tapi kaulah pemberi warna yang
pertama kali, yang sampai saat ini ngebuat aku seperti orang paling nista didunia.
Berjalanlah “non”, bahagialah
dengan caramu sendiri.
Gadis pujaanku “BINGKAI
HITAM” I.Dian.P