,hmmm.. jika boleh aku bertanya pada orang yang kusukai.
"pernah gak kamu suka sama orang ?" ,
suka tapi kamu baru saja ngeliat dia,
dan kamu serius suka yang lama-kelamaan menjadi cinta dan sayang.
tetapi rasamu sama dia dianggap main-main karena kamu ngomongnya terlalu cepat dan gak masuk diakal.
padahal kamu bilang seperti itu juga sudah tau konsekuensinya apa,
dan padahal kamu juga pasti mau nerima kurang dan lebihnya dia.
tetapi masih saja kau dianggap main-main.
"pernah gak kamu seperti itu..?"
Jika kau bertanya balik aku seperti itu, aku pasti jawab.
"iya,aku pernah seperti itu". aku pernah dianggap hanya main-main doang karena dia ngerasa terlalu cepat, dan dikira hanya Ego sesaat.
dan pada saat itu, yang ku anggap hanya alasan datang,
"pernah gak kamu seperti itu..?"
Jika kau bertanya balik aku seperti itu, aku pasti jawab.
"iya,aku pernah seperti itu". aku pernah dianggap hanya main-main doang karena dia ngerasa terlalu cepat, dan dikira hanya Ego sesaat.
dan pada saat itu, yang ku anggap hanya alasan datang,
“terlalu cepat dan terlalu cepat,masih butuh “WAKTU”.”
yaah.. alasannya semua tentang waktu dan waktu
yaah.. alasannya semua tentang waktu dan waktu
.
apa sih susahnya ngomong “gak” jika emang tidak,
dan “iya” jika emang iya. Apa yang harus dipertimbangkan..?
ngerasa gak kau. kalo prasaanku bukan barang yang harus ditimbang-timbang baru dibeli,
ngerasa gak kau. kalo prasaanku bukan barang yang harus ditimbang-timbang baru dibeli,
dan juga bukan buah yang harus menunggu waktu masak baru bisa dimakan.
"butuh waktu berapa lama harus ada kata "iya" atau "gak"..?"
"Semakin banyak kita berkorban untuk meyakinkan dia untuk percaya terhadap cinta kita, maka semakin surut Cinta kita untuknya. karena dia begitu sulit untuk percaya dengan keseriusan kita"