Dua tahun telah lewat dengan selalu sama seperti biasanya, tak ada lagi pembeda yang memberi bumbu kelezatan dihidup seperti dua tahun lalu, sekarang yang ada cuman kesadaran, kesadaran yang terlampau lama untuk bisa sampai kefikiran, yang mungkin saat ini seperti anak kecil yang kehilangan rumahnya, yang kemudian mencari kembali dan tak ketemu sampai selama ini aku harus pulang.
Untuk saat ini, boleh kah aku belajar bahasamu agar kau tak hanya diam saja disaat aku menyapamu, tak cukupkah caraku menegurmu, sampai disaat kupegang pundakmu, tapi kau hanya pura-pura tak tau apa yang terjadi kemudian kau pergi seperti takada apa-apa disitu, atauada yang salah dari caraku ini..? “katakana sesuatu”.
Aku pernah berkarya merajut kelengkapan jari jemari, bersenandung dengan tawa, resah, gundah, gelisah, dan keromantisan. Meskipun hanya berumur setengah semester tapi hampir saja berbuah seumur hidup dengan kemelut kelamnya malam itu. Sepanjang jalan dan perbatasan kota menjadi saksi hampir terenggutnya dan awalan dari kehancuran perjanjian yang sedari awal kita bangun dengan cacian orang-orang, melewati perjuangan yang menyisahkan kecewa yang teramat dalam hingga saling membiarkan yang perlahan menggerogoti dan kemudian kita berjalan dengan arah masing-masing, arah yang berlawanan, arah yang sampai kapanpun kurasa gak akan mempertemukan kembali sisa-sisa dinginnya malam. Meskipun pernah bertemu tapi dengan posisi yang berbeda saat ini. Iya.. sekarang kau berjuang dengan kebahagiaan masing-masing.
Ya… dua tahun lalu aku merasakan sangat hidup, hal yang sangat istimewa, sebelum yang katanya namanya tuhan memisahkan kita ke dua arah yang berbeda.
Hmmm.. terasa sepi, soalnya gak ada lagi orang yang ngirimin aku foto ngambeknya yang pakek gaya manyun,
Yang seketika mecahin konsentrasiku kalo pas lagi tegang-tegangnya rapat diorganisasi, sudah gak ada lagi yang ngasih aku nasehat lewat tulisan-tulisan di tempat yang bakal dilihat orang lain, dan gak ada lagi orang yang bisa ku ajak maen surat-suratan lagi, meskipun jaman udah secanggih ini.
Hahahahahhahaha…,…,.., lucu ya, hidup ternyata sesadis ini buat orang terbang terus dijatuhkan kembali melebihi kita berdiri diawal.
“kau gak tau sayang, dan gak bakalan ngerti. Yang kamu tau, aku selalu baik-baik saja tanpa kamu “NON”